Open Your mind
Its all about your mind…Archive for November, 2009
Today Is Special Day for Me….
by adnan_nugroho on Nov.11, 2009, under Uncategorized
Alhamdulillah hari ini adalah hari ulang tahunku….today is my birthday…semoga saya mendapatkan dan dapat menjalankan hal2 dengan lebih baik…tambah banyak rejekinya….tambah sehat….tambah berbakti pada Allah swt, orang tua, agama dan masyarakat….amien….semoga juga lekas cepet nikah….amien….
Adnan…jalani hidup ini dengan sebaik mungkin…jangan sia2kan amanah dari Allah untuk tetap istiqomah dan raih kelezatan dunia tapi jangan lupakan akherat karena itu hal yang paling utama…
seminal plasma hypersensitivity….
by adnan_nugroho on Nov.10, 2009, under Uncategorized
lets get it the info here…
Alergi debu, sea food, atau alergi dingin mungkin sudah banyak yang tahu. Tapi pernahkah Anda mendengar seseorang yang alergi terhadap sperma? Biasanya wanita yang alergi sperma selalu merasa jijik dan tidak nyaman ketika menjalani hubungan intim dengan pasangannya.
Anda mungkin tidak akan percaya ketika acara puncak malam pertama tiba, istri Anda justru berkata bahwa ia alergi terkena bahkan melihat sperma. Sudah banyak cara dilakukan agar Anda berdua bisa menikmati acara seks. Tapi sekuat apapun Anda berusaha, sekuat itu pula ia menghindar.
Jika hal itu menimpa pasangan wanita Anda, mungkin ia menderita seminal plasma hypersensitivity. Wanita yang alergi terhadap sperma ternyata memang ada. Reaksi alergi yang timbul sebenarnya bukan karena sperma itu sendiri, tapi karena cairan yang mengandung sperma.
Sebanyak 20.000 hingga 40.000 wanita di Amerika menderita alergi jenis tersebut. Menurut Dr. Jonathan Bernstein dari University of Cincinnati, penyebabnya masih belum diketahui. Namun yang pasti, wanita yang alergi sperma akan alergi pula terhadap seks.
Kebanyakan penderita alergi sperma adalah para wanita yang baru pertama kali melakukan seks di malam pertama, tapi bisa juga menimpa wanita yang sudah berhubungan intim dengan pria yang sama dalam waktu yang sangat lama.
“Kasus alergi sperma pada wanita yang sudah lama menikah biasanya terjadi setelah melewati periode tertentu seperti hamil atau melahirkan. Wanita menjadi lebih sensitif dan peka dengan air mani. Tapi selama pasangan suami istri tetap melakukan hubungan seks pada periode itu, kasus alergi sperma bisa dicegah,” ujar Dr. David Resnick, dari New York-Presbyterian Hospital, seperti dikutip dari Health, Senin (14/9/2009).
Karena kasus seminal plasma hypersensitivity ini sangat tidak lazim dan jarang terjadi, banyak dokter yang salah mendiagnosa dan menyatakannya sebagai kelainan vagina bahkan penyakit kelamin menular atau STDs (Sexually Transmitted Diseases). Banyak pasien yang ingin punya anak terpaksa menggunakan bantuan reproduksi dengan melakukan teknik pembersihan sperma dari cairannya, lalu dilakukan inseminasi buatan.
Ada banyak cara untuk tetap bisa melakukan seks dengan penderita alergi tersebut. Salah satu cara paling aman dan mudah adalah dengan memakai kondom yang bisa menahan sperma tidak keluar dan mengenai istri Anda yang alergi.
Teknik terbaru yang sedang dikembangkan Bernstein adalah dengan menyuntikkan zat yang mengandung isolat protein dari air mani pria sehingga alergi sperma bisa dilawan.
Meskipun tidak menyembuhkan alergi sperma seutuhnya, tapi kabar baiknya dengan teknik ini, Anda dan istri bisa melakukan seks hingga 48 jam tanpa perlu merasa alergi, tapi setelah itu kemungkinan alergi bisa muncul lagi. (http://health.detik.com/read/2009/09/14/074616/1202795/766/alergi-sperma-bikin-perempuan-enggan-bercinta)
Parkiran didalam Parkiran…
by adnan_nugroho on Nov.08, 2009, under Uncategorized
Ya..begitulah kira-kira kata yang pantas diucapkan ketika berkunjung ke pameran komputer indocomtech 2009 di Jakarta Convention Center hari minggu tanggal 08 november 2009.
Saat masuk ke pintu senayan dikasih karcis dan telah membayar seribu rupiah ke petugas parkir. langsung motor aku masuk kedalam untuk ditaruh ditempat parkir.
Dengan semangat aku langsung masuk untuk menyaksikan pameran komputer di gedung JCC. Nah saat pulang…eee ternyata ada orang yang meminta uang parkir sebesar dua ribu rupiah. Saya menanyakan ke orang itu ‘loh kenapa bayar lagi kan didepan sudah bayar ?’ Dia menjawab bahwasannya lain dengan yang didepan. Banyak orang yang protes juga karena kejadian ini. Yang mengherankan adalah kenapa tidak dikasih karcis parkir lagi didalam kalau memang harus bayar lagi. Tahu-tahu aja langsung diminta uang ketika keluar. Uhhh kejadian yang aneh dan langka….Inilah mungkin pertamakali didunia ada ‘PARKIRAN di dalam PARKIRAN’.
Bukan masalah duit yang dipermasalahkan…tapi tolong dong untuk profesional dikit dengan masalah ini. Jangan masuk tidak dikasih karcis tapi keluar dimintaiin duit.
Akhirnya semoga ini adalah kejadian terakhir dan tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi…amien…
Apa sebenarnya Kiamat tahun 2012..?
by adnan_nugroho on Nov.07, 2009, under Uncategorized
Leave a Comment :2012, badai matahari, kiamat, kiamat 2012 more...Kritik Anjuran Adzan di Telinga Bayi…
by adnan_nugroho on Nov.07, 2009, under Uncategorized

Alhamdulillah wash sholaatu was salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Kebanyakan buku atau kitab yang menjelaskan hal-hal yang mesti dilakukan ketika menyambut sang buah hati adalah amalan satu ini yaitu adzan dan iqomah di telinga bayi yang baru lahir. Bahkan bukan penulis-penulis kecil saja, ulama-ulama hebat pun menganjurkan hal ini sebagaimana yang akan kami paparkan. Namun, tentu saja dalam permasalahan ini yang jadi pegangan dalam beragama adalah bukan perkataan si A atau si B. Yang seharusnya yang jadi rujukan setiap muslim adalah Al Qur’an dan hadits yang shohih. Boleh kita berpegang dengan pendapat salah satu ulama, namun jika bertentangan dengan Al Qur’an atau menggunakan hadits yang lemah, maka pendapat mereka tidaklah layak kita ikuti. Itulah yang akan kami tinjau pada pembahasan kali ini. Apakah benar adzan atau iqomah pada bayi yang baru lahir disyari’atkan (disunnahkan)? Kami akan berusaha meninjau dari pendapat para Imam Madzhab, lalu kami akan tinjau dalil yang mereka gunakan. Agar tidak berpanjang lebar dalam muqodimah, silakan simak pembahasan berikut ini.
Pendapat Para Ulama Madzhab
Para ulama Hambali hanya menyebutkan permasalahan adzan di telinga bayi saja.
Para ulama Hanafiyah menukil perkataan Imam Asy Syafi’i dan mereka tidak menganggap mustahil perkataannya (maksudnya: tidak menolak perkataan Imam Asy Syafi’i yang menganjurkan adzan di telinga bayi, pen).
Imam Malik memiliki pendapat yang berbeda yaitu beliau membenci perbuatan ini, bahkan menggolongkannya sebagai perkara yang tidak ada tuntunannya.
Sebagian ulama Malikiyah menukil perkataan para ulama Syafi’iyah yang mengatakan bahwa tidak mengapa mengamalkan hal ini. (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 2/779, pada Bab Adzan, Wizarotul Awqof Kuwaitiyyah, Asy Syamilah)
Ulama lain yang menganjurkan hal ini adalah Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman dan Ibnul Qoyyim dalam Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud.
Inilah pendapat para ulama madzhab dan ulama lainnya. Intinya, ada perselisihan dalam masalah ini. Lalu manakah pendapat yang kuat?
Tentu saja kita harus kembalikan pada dalil yaitu perkataan Allah dan Rasul-Nya.
Itulah sikap seorang muslim yang benar. Dia selalu mengembalikan suatu perselisihan yang ada kepada Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana hal ini diperintahkan dalam firman Allah,
وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
“Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.” (Qs. Asy-Syuura: 10)
Ahli tafsir terkemuka, Ibnu Katsir rahimahullah, mengatakan, “Maksudnya adalah (perkara) apa saja yang diperselisihkan dan ini mencakup segala macam perkara, maka putusannya (dikembalikan) pada Allah yang merupakan hakim dalam perselisihan ini. (Di mana perselisihan ini) diputuskan dengan kitab-Nya dan Sunnah (petunjuk) Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala pada ayat yang lain,
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya).” (Qs. An Nisa’ [4]: 59). Yang (memutuskan demikian) adalah Rabb kita yaitu hakim dalam segala perkara. Kepada-Nya lah kita bertawakkal dan kepada-Nya lah kita mengembalikan segala urusan. –Demikianlah perkataan beliau rahimahullah dengan sedikit perubahan redaksi-.
Dalil Para Ulama yang Menganjurkan
Hadits pertama:
Dari ‘Ubaidillah bin Abi Rofi’, dari ayahnya (Abu Rofi’), beliau berkata,
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ حِينَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلَاةِ
“Aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumandangkan adzan di telinga Al Hasan bin ‘Ali ketika Fathimah melahirkannya dengan adzan shalat.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)
Hadits kedua:
Dari Al Husain bin ‘Ali, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ فَأَذَّنَ فِي أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ الصَّلَاةَ فِي أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ تَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ
“Setiap bayi yang baru lahir, lalu diadzankan di telinga kanan dan dikumandangkan iqomah di telinga kiri, maka ummu shibyan tidak akan membahayakannya.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Ibnu Sunny dalam Al Yaum wal Lailah). Ummu shibyan adalah jin (perempuan).
Hadits ketiga:
Dari Ibnu Abbas, beliau mengatakan,
أذن في أذن الحسن بن علي يوم ولد ، فأذن في أذنه اليمنى ، وأقام في أذنه اليسرى
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adzan di telinga al-Hasan bin ‘Ali pada hari beliau dilahirkan maka beliau adzan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri.” (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Untuk memutuskan apakah mengumandangkan adzan di telinga bayi termasuk anjuran atau tidak, kita harus menilai keshohihan hadits-hadits di atas terlebih dahulu.
Penilaian Pakar Hadits Mengenai Hadits-Hadits di Atas
Penilaian hadits pertama:
Para perowi hadits pertama ada enam,
مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِى عَاصِمُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى رَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ
yaitu: Musaddad, Yahya, Sufyan, ‘Ashim bin ‘Ubaidillah, ‘Ubaidullah bin Abi Rofi’, dan Abu Rofi’.
Dalam hadits pertama ini, perowi yang jadi masalah adalah ‘Ashim bin Ubaidillah.
Ibnu Hajar menilai ‘Ashim dho’if (lemah). Begitu pula Adz Dzahabi mengatakan bahwa Ibnu Ma’in mengatakan ‘Ashim dho’if (lemah). Al Bukhari dan selainnya mengatakan bahwa ‘Ashim adalah munkarul hadits (sering membawa hadits munkar).
Dari sini nampak dari sisi sanad terdapat rawi yang lemah sehingga secara sanad, hadits ini sanadnya lemah.
Ringkasnya, hadits ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if).
Kemudian beberapa ulama menghasankan hadits ini seperti At-Tirmidzi. Beliau mengatakan bahwa hadits ini hasan. Kemungkinan beliau mengangkat hadits ini ke derajat hasan karena ada beberapa riwayat yang semakna yang mungkin bisa dijadikan penguat. Mari kita lihat hadits kedua dan ketiga.
Penilaian hadits kedua:
Para perowi hadits kedua ada lima,
حدثنا جبارة ، حدثنا يحيى بن العلاء ، عن مروان بن سالم ، عن طلحة بن عبيد الله ، عن حسين
yaitu: Jubaaroh, Yahya bin Al ‘Alaa’, Marwan bin Salim, Tholhah bin ‘Ubaidillah, dan Husain.
Jubaaroh dinilai oleh Ibnu Hajar dan Adz Dzahabi dho’if (lemah).
Yahya bin Al ‘Alaa’ dinilai oleh Ibnu Hajar orang yang dituduh dusta dan Adz Dzahabi menilainya matruk (hadits yang diriwayatkannya ditinggalkan).
Marwan bin Salim dinilai oleh Ibnu Hajar matruk (harus ditinggalkan), dituduh lembek dan juga dituduh dusta.
Syaikh Al Albani dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. 321 menilai bahwa Yahya bin Al ‘Alaa’ dan Marwan bin Salim adalah dua orang yang sering memalsukan hadits.
Dari sini sudah dapat dilihat bahwa hadits kedua ini tidak dapat menguatkan hadits pertama karena syarat hadits penguat adalah cuma sekedar lemah saja, tidak boleh ada perowi yang dusta. Jadi, hadits kedua ini tidak bisa mengangkat derajat hadits pertama yang dho’if (lemah) menjadi hasan.
Penilaian hadits ketiga:
Para perowi hadits ketiga ada delapan,
وأخبرنا علي بن أحمد بن عبدان ، أخبرنا أحمد بن عبيد الصفار ، حدثنا محمد بن يونس ، حدثنا الحسن بن عمرو بن سيف السدوسي ، حدثنا القاسم بن مطيب ، عن منصور ابن صفية ، عن أبي معبد ، عن ابن عباس
yaitu: Ali bin Ahmad bin ‘Abdan, Ahmad bin ‘Ubaid Ash Shofar, Muhammad bin Yunus, Al Hasan bin Amru bin Saif As Sadusi, dan Qosim bin Muthoyyib, Manshur bin Shofiyah, Abu Ma’bad, dan Ibnu Abbas.
Al Baihaqi sendiri dalam Syu’abul Iman menilai hadits ini dho’if (lemah). Namun, apakah hadits ini bisa jadi penguat hadits pertama tadi? Kita harus melihat perowinya lagi.
Perowi yang menjadi masalah dalam hadits ini adalah Al Hasan bin Amru.
Al Hafidz berkata dalam Tahdzib At Tahdzib no. 538 mengatakan bahwa Bukhari berkata Al Hasan itu kadzdzab (pendusta) dan Ar Razi berkata Al Hasan itu matruk (harus ditinggalkan). Sehingga Al Hafidz berkesimpulan bahwa Al Hasan ini matruk (Taqrib At Tahdzib no. 1269).
Kalau ada satu perowi yang matruk (yang harus ditingalkan) maka tidak ada pengaruhnya kualitas perowi lainnya sehingga hadits ini tidak bisa dijadikan penguat bagi hadits pertama tadi.
Ringkasnya, hadits kedua dan ketiga adalah hadits maudhu’ (palsu) atau mendekati maudhu’.
Dari pembahasan di atas, terlihat bahwa hadits pertama tadi memang memiliki beberapa penguat, tetapi sayangnya penguat-penguat tersebut tidak bisa mengangkatnya dari dho’if (lemah) menjadi hasan. Maka pernyataan sebagian ulama yang mengatakan bahwa hadits ini hasan adalah suatu kekeliruan. Syaikh Al Albani juga pada awalnya menilai hadits tentang adzan di telinga bayi adalah hadits yang hasan. Namun, akhirnya beliau meralat pendapat beliau ini sebagaimana beliau katakan dalam Silsilah Adh Dho’ifah no. 321. Jadi kesimpulannya, hadits yang membicarakan tentang adzan di telinga bayi adalah hadits yang lemah sehingga tidak bisa diamalkan.
Seorang ahli hadits Mesir masa kini yaitu Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini hafizhohullah mengatakan, “Hadits yang menjelaskan adzan di telinga bayi adalah hadits yang lemah. Sedangkan suatu amalan secara sepakat tidak bisa ditetapkan dengan hadits lemah. Saya telah berusaha mencari dan membahas hadits ini, namun belum juga mendapatkan penguatnya (menjadi hasan).” (Al Insyirah fi Adabin Nikah, hal. 96, dinukil dari Hadiah Terindah untuk Si Buah Hati, Ustadz Abu Ubaidah, hal. 22-23)
Penutup
Dalam penutup kali ini, kami ingin menyampaikan bahwa memang dalam masalah adzan di telinga bayi terdapat khilaf (perselisihan pendapat). Sebagian ulama menyatakan dianjurkan dan sebagiannya lagi mengatakan bahwa amalan ini tidak ada tuntunannya. Dan setelah membahas penilaian hadits-hadits tentang dianjurkannya adzan di telinga bayi di atas terlihat bahwa semua hadits yang ada adalah hadits yang lemah bahkan maudhu’ (palsu). Kesimpulannya, hadits adzan di telinga bayi tidak bisa diamalkan sehingga amalan tersebut tidak dianjurkan.
Jika ada yang mengatakan, “Kami ikut pendapat ulama yang membolehkan amalan ini.” Cukup kami sanggah, “Ingatlah saudaraku, di antara pendapat-pendapat yang ada pasti hanya satu yang benar. Coba engkau memperhatikan perkataan para salaf berikut ini.
Ibnul Qosim mengatakan bahwa beliau mendengar Malik dan Al Laits berkata tentang masalah perbedaan pendapat di antara sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidaklah tepat perkataan orang-orang yang mengatakan bahwa khilaf (perbedaan pendapat) boleh-boleh saja (ada kelapangan). Tidaklah seperti anggapan mereka. Di antara pendapat-pendapat tadi pasti ada yang keliru dan ada benar.”
Begitu pula Asyhab mengatakan bahwa Imam Malik ditanya mengenai orang yang mengambil hadits dari seorang yang terpercaya dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau ditanya, “Apakah engkau menganggap boleh-boleh saja ada perbedaan pendapat (dalam masalah ijtihadiyah, pen)?”
Imam Malik lantas menjawab, “Tidak demikian. Demi Allah, yang diterima hanyalah pendapat yang benar. Pendapat yang benar hanyalah satu (dari berbagai pendapat ijtihad yang ada). Apakah mungkin ada dua pendapat yang saling bertentangan dikatakan semuanya benar [?] Tidak ada pendapat yang benar melainkan satu saja.” (Dinukil dari Shohih Fiqh Sunnah, 1/64)”
Demikian suadaraku, penjelasan mengenai adzan di telinga bayi. Semoga dengan penjelasan pada posting kali ini, kaum muslimin mengetahui kekeliruan yang telah berlangsung lama di tengah-tengah mereka dan semoga mereka merujuk pada kebenaran. Semoga tulisan ini dapat memperbaiki kondisi kaum muslimin saat ini.
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Allahumman fa’ana bimaa ‘allamtana, wa ‘alimna maa yanfa’una wa zidnaa ‘ilmaa. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Keterangan:
Hadits shohih adalah hadist yang memenuhi syarat: semua periwayat dalam hadits tersebut adalah adil (baik agamanya), dhobith (kuat hafalannya), sanadnya bersambung, tidak menyelisihi riwayat yang lebih kuat, dan tidak ada illah (cacat).
Hadits hasan adalah hadits yang memenuhi syarat shohih di atas, namun ada kekurangan dari sisi dhobith (kuatnya hafalan).
Hadits dho’if (lemah) adalah hadits yang tidak memenuhi syarat shohih seperti sanadnya terputus, menyelisihi riwayat yang lebih kuat (lebih shohih) dan memiliki illah (cacat).
Hadits maudhu’ (palsu) adalah hadits yang salah satu perowinya dinilai kadzdzib (pendusta) yakni berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hadits matruk (yang harus ditinggalkan) adalah hadits yang salah satu perowinya dituduh kadzib (berdusta).
***
Panggang, Gunung Kidul, 28 Muharram 1430 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id
Posisi Seks Yang Disukai Perempuan…
by adnan_nugroho on Nov.07, 2009, under Uncategorized
Mau tahu cara memuaskan pasangan Anda. Coba lakukan posisi-posisi seks kegemarannya saat bercinta. Beberapa posisi ini bisa menjadi pilihnnya.
Isabella Snow, seorang ahli seks yang detikhot kutip dari Askmen, Kamis (5/11/2009) menyebutkan beberapa posisi yang menjadi favorit perempuan beserta alasannya.
Woman on Top
Posisi bercinta ini adalah posisi yang menjadi favorit para perempuan. Alasannya sederhana, karena mereka merasa menjadi penguasa permainan. Para perempuan bisa melihat wajah pasangannya saat mencapai kenikmatan. Ritmenya pun bisa mereka atur.
Mau membuat perempuan Anda makin bergairah, lakukan posisi itu sambil duduk di sofa. Cium bagian dada pasangan Anda, dan mainkan jari Anda dengan lembut di pinggulnya.
Misionaris
Posisi ini masih menjadi favorit, karena paling nyaman menurut para perempuan. Agar tidak membosankan, para laki-laki harus membuatnya lebih menarik. Coba dekatkan bibir Anda ke telinga perempuan Anda. Bisikkan hal-hal yang ingin Anda lakukan namanya, dan dia akan mulai meneriakkan nama Anda.
Posisi Berdiri
Bercinta dalam posisi berdiri ternyata sagat disukai para perempuan. Mereka merasa lebih dekat dengan pasangan, apalagi mereka juga bisa melihat mimik pasangannya. Sayangnya, ejakulasi pria saat bercinta dengan posisi ini menjadi lebih cepat. Untuk mengatasinya ada baiknaya untuk memperlambat ritme bercinta. Saat tengah break, para pria bisa merangsang klitoris pasangannya.
Ingin sesuatu yg lebih liar, jangan lakukan posisi ini di kamar tidur. Lemari dapur atau kamar mandi merupakan tempat yang cukup baik untuk memanaskan malam Anda.
Posisi Sendok
Posisi sendok atau spooning juga menjadi salah satu favorit perempuan. Posisi pria yang memeluk mereka dari belakang menimbulkan rasa nyaman. Apalagi pria saat itu bisa dengan bebas merangsang bagian intin perempuan, mulai dari mencium leher, meraba bagian dada, hingga klitoris. Sama seperti pada posisi misionaris, pria juga bisa membisikkan kata-kata rayuan panas, yang membuat pasangannya semakin terangsang saat melakukan posisi ini. (detik.com)
Mitos-mitos Orgasme Perempuan…
by adnan_nugroho on Nov.07, 2009, under Uncategorized
Berbagai mitos mengenai orgasme perempuan selalu menarik untuk diperbincangkan. namun kebenaran mitos itu selalu menjadi pernyataan. mau tahu mana mitos yang benar?
Seorang ahli seks, Isabella Snow seperti yang detikhot kutip dari Askmen, Senin (26/10/2009) membahas beberapa mitos mengenai orgasme pada perempuan. Ini beberapa mitos tersebut.
1. Setiap perempuan ingin orgasme G-spot
Penelitian sudah membuktikan keberadaan G-spot pada tubuh perempuan. Namun benarkah semua perempuan ingin merasakan orgasme pada titik kenikmatannya? Jawabannya tidak. Rangsangan pada G-spot memang membuat perempuan mendapatkan kenikmatan. Namun jika dilakukan dengan cepat tanpa foreplay, kebanyakan perempuan justru merasa sebal. Dan ternyata banyak perempuan yang mendapatkan kepuasan tanpa harus dirangsang area G-Spotnya.
2. Perempuan perlu merasakan orgasme untuk menyenangkan diri
Orgasme adalah salah satu titik yang menyenangkan saat melakukan hubungan seks. Namun bagi perempuan orgasme bukan segala-galanya. Kebanyakan perempuan justru lebih menikmati proses foreplay dibanding penetrasi. Jadi Orgasme tak selalu dapat menyenangkan perempuan.
3. Orgasme Vagina lebih menyenangkan dibanding Orgasme Klitoris
Kebanyaka pria lebih fokus pada vagina pasangannya saat melakukan hubungna seksual. hal ini menimbulkan anggapan bahwa perawan akan lebih memuaskan ketimbang perempuan yang sudah menikah. Itu karena banyak yang menganggap ukuran vagina mempengaruhi orgasme. Padahal, perempuan bisa merasakan orgasme lewat klitorisnya. dan menurut penelitian, banyak perempuan yang merasakan orgasme saat mendapatkan rangsangan pada klitorisnya. Jadi mitos di atas juga tidak sepenuhnya benar.
4. Perempuan berejakulasi
Ejakulasi selama ini dikenal hanya milik pria. Padahal ternyata perempuan pun bisa ejakulasi. Ejakulasi perempuan adalah ewat saluran uretranya. Dan cairan yang keluar pun sejenis dengan cairan pelumas pada ejakulasi pria. (detik.com)
Mengapa Perempuan Sulit Orgasme…
by adnan_nugroho on Nov.07, 2009, under Uncategorized
Berdasarkan penelitian, sekitar 12 persen perempuan tidak pernah mencapai klimaks dalam hidupnya dan 75 persen tidak orgasme (orgasme belum tentu mencapai klimaks). Statistik tersebut tentunya cukup mencengangkan. Lantas, apa penyebabnya?
Banyak faktor yang menyebabkan perempuan tidak merasakan orgasme dalam berhungan seks dengan pasangan. Detikhot kutip dari BBC News, Jumat (6/11/2009), menurut seorang Psychosexual Therapist, Paula Hall, ada tiga faktor penyebab, yakni faktor fisik, medis dan psikologis.
Faktor fisik
Penyebab yang paling sering adalah tidak tersentuhnya klitoris saat berhubungan intim. Padahal sebenarnya sebagian besar perempuan membutuhkan sentuhan langsung untuk merasakan orgasme.
Penyebab lainnya adalah kelelahan atau dalam keadaan sakit. Tubuh perempuan tidak dapat dipaksakan untuk berhubungan.
Faktor Medis
Beberapa penyakit dapat membuat perempuan sulit merasakan orgasme. Penyakit-penyakit seperti vaskular, neurologis atau kekurangan hormon kerap menjadi faktor medis susahnya mencapai orgasme.
Efek samping dari obat tertentu juga dapat menyebabkan perempuan tidak orgasme. Selain itu, operasi panggul juga dapat merusak saraf, sehingga perempuan susah untuk terangsang. Kalau hal-hal di atas terjadi, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter Anda.
Faktor Psikologis
Dalam faktor psikologis, cara menanggulanginya terbilang gampang-gampang susah. Faktor psikologis penyebabnya ada di dalam pikiran, sehingga Anda tidak dapat fokus dalam ‘permainan’.
Kekhawatiran karena takut terdengar anak, kurang percaya diri pada bentuk tubuh, atau tidak merasa nyaman dengan tempat bercinta menjadi contoh penyebab sulitnya perempuan merasakan orgasme karena faktor psikologis. (detik.com)
TANTANGAN DEBAT…
by adnan_nugroho on Nov.07, 2009, under Uncategorized
TANTANGAN DEBAT
untuk
KAPOLRI BAMBANG HENDARSO DANURI dan
KABARESKRIM POLRI SUSNO DUADJI
Kepada Yth.
1. KAPOLRI BAMBANG HENDARSO DANURI
2. KABARESKRIM POLRI SUSNO DUADJI
Jl. Trunojoyo 3, Kebayoran Baru
JAKARTA SELATAN
Dengan hormat,
Sebagai solidaritas untuk Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah yang ditahan Mabes Polri dengan sangkaan penyalahgunaan wewenang, saya, Dr. Jazuni, SH., MH., Advokat pada KANTOR ADVOKAT DR. JAZUNI, SH., MH. & PARTNERS, berkantor di Resto Plaza No. 3A, Jl. Ki Hajar Dewantara, Cikarang, Bekasi 17550, dengan ini MENANTANG KAPOLRI BAMBANG HENDARSO DANURI dan KABARESKRIM POLRI SUSNO DUADJI untuk berdebat soal profesionalitas Polri.
Tantangan ini saya sampaikan dengan pemikiran:
1. Kalaupun Polri hendak mengusut penyalahgunaan wewenang di institusi lain, seharusnya Polri terlebih dahulu membersihkan institusinya dari penyalahgunaan wewenang;
2. Pengalaman saya, Polri sendiri masih jauh dari citra profesional dan bersih. Pengalaman itu, antara lain:
a. Saya pernah memasang iklan satu halaman, “Surat Terbuka Untuk Presiden RI: Penegakan Hukum dan Perlindungan Terhadap Investor” (Indopos dan Rakyat Merdeka, 19 Mei 2008). Isinya tentang kebobrokan polisi: bukannya melindungi pelaku usaha, malah terkesan melindungi premanisme;
b. Saya memasang iklan satu halaman, “DITUNGGU, PEMIMPIN YANG MAU MEMBENAHI POLRI: Keluhan dan Harapan untuk Polisi” (Radar Bekasi, 18 Juni 2009). Dalam iklan ini disertakan banyak tandatangan warga masyarakat yang mendukung gerakan saya mengkritisi Polri;
c. Saya beberapa kali melaporkan penyimpangan yang dilakukan oleh polisi, tidak pernah ada tindak lanjutnya, seolah penyimpangan yang dilakukan oleh polisi dilindungi oleh “solidaritas korp”;
d. Saya pernah mengadakan seminar “MENYOAL PROFESIONALITAS POLRI” (Jakarta Media Center, Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, 13 Mei 2009). Acara ini saya adakan untuk mengkritisi perilaku oknum polisi dari Ditkrimsus Polda Metro Jaya yang manipulasi hukum terkait perindustrian (mencari-cari kesalahan pengusaha yang mempunyai izin, menutup mata terhadap pengusaha yang tidak memiliki izin). Hadir dan menjadi pembicara pada seminar tersebut: ADNAN PANDUPRAJA, SH., Sp.N, LL.M. (Komisi Kepolisian Nasional), NETA S PANE (Indonesia Police Watch), ASFINAWATI (LBH Jakarta), dan DANANG WIDOYOKO (ICW). Sayangnya, KABID. PROPAM POLDA METRO JAYA yang juga diundang untuk menjadi pembicara dengan surat No. 09/V/2009 tgl 6 Mei 2009 tidak hadir tanpa alasan yang jelas (mungkin takut dikecam). Saya menyampaikan makalah berjudul “Pagar Makan Tanaman” (gambaran polisi yang melacurkan hukum);
e. Mungkin karena Polri dendam atas sikap kritis saya, saya pernah ditangkap, disiksa, dan ditahan sampai 18 hari di Polres Metro Jakarta Utara dengan alasan yang dicari-cari dan dengan cara yang melangggar hukum. Faktanya perkara tersebut hingga saat ini lebih dari setahun tidak juga disidangkan di Pengadilan (Padahal saya berharap disidangkan, agar saya bisa mempermalukan Polri di persidangan dengan mengungkap kebobrokan Polri).
Seandainya, KAPOLRI BAMBANG HENDARSO DANURI dan KABARESKRIM POLRI SUSNO DUADJI menganggap apa yang dilakukan Polri terhadap Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah sudah benar, dan Pimpinan dan anggota Polri bersih dari perilaku sebagaimana yang dituduhkan kepada Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, tentunya KAPOLRI BAMBANG HENDARSO DANURI dan KABARESKRIM POLRI SUSNO DUADJI akan dengan senang hati melayani tantangan debat ini.
Pada tanggal 31 Oktober 2009, saya mengirim SMS ke ratusan nomor HP. Isinya: Andai BAMBANG HENDARSO dan SUSNO DUADJI siap berdebat, saya akan kirim TANTANGAN DEBAT. Saya yakin mampu mempermalukannya. Saya punya banyak pengalaman, bukti dan saksi tentang KEBOBROKAN POLRI. Saya berani menyebutnya PELACURAN HUKUM. Beberapa diantaranya pernah saya iklankan dalam satu halaman koran. Saya pernah undang pejabat polri debat/seminar, tidak datang tanpa alasan. Jika Anda menyebarkan SMS ini, saya merasa harus berterima kasih (Dr. Jazuni, SH., MH.). Hal yang menggembirakan saya adalah bahwa semua balasan yang saya terima berisi dukungan, dan banyak di antara mereka yang mengaku telah menyebarluaskan SMS saya.
Sengaja saya tidak menentukan tempat dan waktu debat, agar KAPOLRI BAMBANG HENDARSO DANURI dan KABARESKRIM POLRI SUSNO DUADJI memiliki keleluasaan untuk menentukan tempat dan waktu, sehingga tidak lagi punya alasan untuk tidak hadir dengan alasan kesibukan. Jika bersedia, saya hanya mengusulkan tempat yang memungkinkan ratusan orang menyaksikan perdebatan. Jika bersedia, saya menegaskan biaya yang diperlukan untuk penyelenggaraan acara saya tanggung sepenuhnya.
Demikian. Saya menunggu tanggapan.
Cikarang, 2 Nopember 2009
Hormat saya,
DR. Jazuni, SH., MH.
Tembusan:
1. Presiden Republik Indonesia;
2. Pimpinan KPK;
3. Pimpinan Komisi III DPR RI;
4. Pers;
5. Masyarakat (copy surat ini sengaja disebarkan untuk menumbuhsuburkan keberanian masyarakat mengkritisi perilaku aparat). (jazuni.com)
Mencegah Kemungkinan Radiasi dari Ponsel….
by adnan_nugroho on Nov.07, 2009, under Uncategorized
Belum ada penelitian final yang menyatakan bahwa radiasi yang dihasilkan oleh ponsel memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan. Namun, ada baiknya jika kita mulai mencegah kemungkinan terkena dampak buruk radiasi sejak dini. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mulai menghindari dampak dari radiasi yang bisa saja akan merugikan kesehatan kita di lain hari. Berikut tipsnya:
1. Gunakan speaker atau headset
Headset tak memancarkan radiasi sebanyak ponsel. Para peneliti masih belum sepakat mengatakan mana yang lebih aman, apakah headset yang menggunakan kabel atau yang tidak. Karena konon, headset dengan kabel pun masih mengeluarkan radiasi, meski dalam tingkat kecil. Jadi, jika dalam keadaan sepi, dan tidak mengganggu orang lain, ada baiknya jika sesekali Anda menjawab telepon dengan menggunakan mode speaker.
2. Perbanyak mendengar, kurangi bicara
Ponsel memancarkan radiasi ketika Anda berbicara atau mengetik SMS, tapi tidak memancarkan radiasi ketika sedang menerima pesan. Maka, usahakan untuk mendengarkan lebih banyak saat bicara dengan ponsel, ketimbang berbicara.
3. SMS
Ponsel tidak menggunakan tenaga banyak ketika kita mengirimkan teks ketimbang ketika ponsel bertugas mengirimkan suara kita. Artinya, tenaga berkurang, radiasi yang dikeluarkan pun juga berkurang. Lagipula, ketika kita mengetik SMS, artinya kita menjauhkan ponsel dari kepala kita.
4. Sejauh lengan
Ketika Anda menggunakan headset untuk menjawab telepon, usahakan untuk menjauhkan ponsel dari telinga, dada, atau pinggang. Bagian-bagian tersebut, termasuk perut adalah bagian-bagian tubuh yang mudah menyerap radiasi. Usahakan untuk menjauhkan ponsel yang sedang menerima telepon lewat headset dari perut Anda.
5. Sinyal hilang? Matikan saja.
Ketika si ponsel tidak bisa menerima sinyal cukup, ia harus mengeluarkan usaha lebih kencang untuk mencari menara pemancar. Artinya, lebih banyak emisi yang ia keluarkan. Saat Anda harus menggunakan ponsel, upayakan sinyal berada dalam kondisi penuh. Lagipula, ponsel yang terlalu lama berusaha mencari sinyal hanya akan menghabiskan baterainya.
6. Tak perlu pelindung
Ketika Anda menggunakan sarung pelindung tambahan untuk telepon, artinya Anda menutup jalur telepon untuk bisa bekerja dengan optimal. Artinya, ia akan berusaha lebih keras untuk mencari sinyal, sehingga lebih banyak radiasi yang ia keluarkan.
7. Kurangi penggunaan ponsel pada anak
Otak anak-anak menyerap radiasi ponsel dua kali lebih banyak ketimbang orang dewasa. Disarankan untuk menjauhkan anak-anak dari ponsel untuk melindunginya dari bahaya yang belum diketahui di masa depan. (kompas.com)
Looking for something?
Use the form below to search the site:
Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!
Visit our friends!
A few highly recommended friends...
Archives
All entries, chronologically...








